dari Alin, Semoga Lama di Bumi, Han! :)

Hai, Han. 
Ini adalah kalimat-kalimat penutup yang ingin aku sampaikan kepada kamu.

Sebelumnya, bagaimana kamu dan dia? Baik-baik saja, semoga.
Berbahagialah setidaknya. Jangan sampai, rasa sakitku, menjadi sia-sia.
Meskipun pada akhirnya, memang bukan aku yang membersamaimu, setidaknya aku pernah menjadi bagian dari dirimu, dan sederhananya rasa tulusku suatu saat akan terasa membekas di ragamu.

Kembali kepada saat itu, saat dimana aku mencoba untuk melepas segala harapan tentang kita, tidaklah mudah sama sekali. Aku selalu saja mengingatmu setiap kali hari mulai mendung. Hari dimana daun berguguran dan langit mulai meneteskan butir-butir hujan yang membuatku nyaman dan sedikit khawatir.

Hari-hariku sudah banyak dilalui dengan amarah di hati. Dan pada akhirnya, setelah sekian musim gugur berlalu lalang, sampailah aku pada hari ini, hari dimana sudah sepatutnya aku memberitahu kamu bahwa aku sudah melepaskanmu seutuhnya. Ya, seutuhnya kuucapkan. Sudah sampailah aku kepada hari ini, hari dimana harus kuucapkan, selamat tinggal, Han, hati-hati di jalan. Demi segala hal yang sudah kita lalui dalam tahun-tahun itu yang tak dapat aku hitung, aku lepaskan kamu dalam penjagaan Sang Maha Pemilik Semesta. 

Han, rasa tulusku kemarin benar-benar serius, begitupula ikhlasku hari ini. Semoga dia yang membersamaimu besok dan seterusnya, adalah dia yang mencintai kamu dengan cinta yang lebih besar dari yang pernah aku punya, dan adalah dia yang bisa menunggumu pulang dengan sabar, sesabar caraku. Perlu kamu tahu, bahwa semenjak dulu hingga kini, aku selalu mendukungmu dengan perasaan yang sama. Namun jika dulu, dukunganku selalu aku antarkan sendiri, mulai sekarang akan aku kirimkan dari jauh, sehingga dimanapun kamu berada, dukunganku selalu ada di sisimu. Semoga langit selalu menjagamu dengan baik dan semoga lama di bumi ya, Han!

Komentar

  1. Balasan
    1. Iya Rehan? :)
      Aku disini, engga kemana-mana. Seperti biasa, meski engga di samping kamu, aku ada satu langkah di belakang kamu.
      Kenapa? Masih engga baik-baik aja ya? Do you still remember me? or her?
      Sabar yaa, semua ada waktunya, ada jalannya. Dulu pun, aku, untuk kembali baik-baik saja, butuh waktu yang engga sebentar. Kamu hanya perlu menyadari terlebih dahulu, bahwa seluruh kisah pasti ada penutupnya dan everything is going to be ok in the end, and if it's not ok, it's not the end, trust me... Aku sudah nitipin kamu dalam penjagaan Sang Pemilik segalanya, ingat, Pemilik segalanya, jadi dapat kamu pastikan semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya.

      Hapus
    2. Ngga lin, ternyata aku salah. Ternyata aku menyayangkan kenangan dia, bukan orangnya. Jadi kamu ga perlu beranggapan aku kenapa-kenapa karena itu. Sekarang perjalananku bakal lebih jauh. Aku udah lebih siap menanggalkan harapan-harapan. Tapi ada satu harapan yang buat aku gelisah, betul-betul gelisah.

      Maket menara eiffel yang pernah aku buat ternyata membekas buat kamu. Cerita kamu tentang maket itu buat aku terbayang-bayang lagi. Terbayang begitu seriusnya aku menyiapkan sebuah hadiah ulang tahun, untuk seseorang. Betapa bahagianya aku menaburkan gliter warna warni ke atas steorofoam. Seakan menaburkan harapan kita kesana.

      Alin, izinkan aku menggunakan mimpi kita yang dulu. Di balik buruknya ikon menara di Paris, di sana kita pernah menggantungkan harapan.

      Aku akan datang ke sana, menghampiri setiap rumput di taman, mencari dari sudut mana bisa menikmati kemegahan Eiffel Tower.

      Oia, akhir-akhir ini aku sedang sibuk menyiapkan jaket musim dingin. Jaket yang kantungnya penuh gliter warna warni.

      Hapus
    3. Pasti Han.. pasti, lagi-lagi 5 tahun ternyata bukan waktu yang sebentar ya? aku sangat paham....
      Kalau aku? apa yang tersisa di raga kamu? juga hanya kenangan-kenangannya saja? ^^
      Memang begitu kan? siapa bilang kamu tidak ada effort untuk kita dulu? ada, banyak, cuman sering ngambek dan marah-marah saja hehe sementara laki-laki yang bersuara lembut selalu menjadi standarku hahaha

      Han.. tidak apa-apa untuk pergi jauh, pergi ke tempat yang dapat membuat kamu merasa lebih hidup, tapi jangan lupa pulang, ya?

      Han! Senang sekali mendengarnya... Les Deux Magots, 6 Place Saint-Germain des Pres, Paris, jangan lupa kesana, cafe yang seharusnya kita kunjungi bersama, ya.. seharusnya. Drink a cup of coffee or hot chocolate there, sambil denger lagu Petite Fleur by Jill Barber, kesukaanku.

      How about Emirates? Dimanapun kamu berada, semoga hal-hal baik selalu bersama kamu ya, Han!
      Bon Voyage! Safe Flight, as always.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pre-Flight Check : Persiapan Menuju Perpisahan #1

Hujan Antarkan Rasa Ini dari Langit