Pre-Flight Check : Persiapan Menuju Perpisahan #1
Di pertengahan tahun, 2024.
"Hai." sapanya sambil merogoh dompet dan mengeluarkan uang untuk membayar jasa tukang ojek yang sudah mengantarkannya datang ke tempatku. Aku balas dengan senyuman.
"Sebentar ya." susulnya, dan aku menunggu urusannya dengan tukang ojek itu selesai. Kami melangkah masuk ke dalam kantorku yang sudah mulai sepi karena jam kerja sudah selesai, hanya tersisa kami, satpam, cleaning service dan gelapnya penghujung hari. Hari ini aku akan membayar hutangku untuk membersihkan karang giginya.
"Permisi ya Pak." sapanya sambil tersenyum sangat lebar dan wajahnya terlihat begitu ramah kepada para satpam yang sedang berjaga di gerbang hingga membuat mereka, canggung menjawabnya.
"Macet ya?" tanyaku tanpa bertanya bagaimana kabarnya.
"Untung aku parkir di Central Park dan pakai ojek kesini sih, gila banget, heran deh ini kan lagi high season ya, bisa-bisanya ada perbaikan jalan, ya macet lah, kamu kebayang gak sih, tol itu penghubung ke Soekarno-Hatta, ini kan anak sekolah pada libur dan banyak yang mutusin untuk liburan gitu." jawabnya. Ya begitulah dia.
Aku tersenyum dan menunduk. Ya, manusia yang sudah 11 tahun aku kenal ini, tidak berkurang sama sekali perihal antusiasnya dalam menceritakan banyak hal. Dulu bagiku dia adalah ensiklopedia berjalanku, apapun kutanya, dia pasti menjawabnya. Aku ingat, dulu pernah kutanyakan kenapa penyu sering menangis, dia bilang karena penyu tinggal di laut yang asin dan makanan favoritnya ubur-ubur. Meskipun seringkali jawabannya seperti itu, aku tidak tahu itu serius atau tidak, tapi dia tidak pernah bilang tidak tahu. Sehingga terciptalah percakapan-percakapan berikutnya yang tiada hentinya.
"Lebih ke nomor plat kamu ganjil dan memilih pergi ke sini di tanggal yang genap sih." ejekku kepadanya.
"Hehe iya kan yang jadi pertimbanganku kalau hari ini day off dan aku pikir kalau bukan sekarang kapan lagi coba?" katanya sambil menatapku.
Dia seorang Pramugara, jelas hari libur harus dia manfaatkan sebaik mungkin. Meskipun hari ini adalah tanggal ganjil sementara plat nomornya genap, membuahkan kerusuhan bagi kami tadi pagi saat mencari rute terbaik yang bisa dia pakai untuk sampai ke tempatku. Sementara kantorku ini berada tepat di kawasan ganjil genap. Akhirnya dia memutuskan untuk memarkirkan mobilnya di tempat nan jauh dan menggunakan ojek untuk sampai kesini.
"Enak ya yang punya ruangan kerja" katanya sambil masuk ke ruang kerjaku.
"Enak ya yang ruang kerjanya di atas awan" jawabku. Dia tertawa.
Sambil kubersihkan giginya, yang sebenarnya cukup bersih, aku jelaskan banyak hal, tentang bagaimana cara dia harus menjaga kebersihan giginya, sampai-sampai terkesan ini adalah wasiat terakhir yang harus aku sampaikan kepadanya karena tidak akan tercipta waktu lain selain hari ini untuk menyampaikannya.
"Sudah selesai Pak." kataku sambil berdiri membereskan alat-alat yang selesai kupakai.
"Baik, terimakasih Dok." jawabnya sambil tersenyum. Seperti pasien penurut yang sebenarnya selama perawatan tadi banyak bertanya ini itu seperti dosen kepada anak koasnya. "Habis ini, selesai kerjamu?" tanyanya.
"Maaf ya Mas, jam kerja saya sudah selesai sekitar 2 jam lalu, ini seharusnya kamu bayar uang lemburku loh." Aku bercanda, tapi bagus kalau dia memang membayar uang lemburku.
"Nih buat kamu." Dia keluarkan sebungkus cokelat dan thai tea dari tasnya. "Ini cokelat dari Malaysia agak pahit tapi kan kamu suka cokelat dan ini enak banget, ini dari Thailand seduh pakai es ya terlalu manis, aku gatau itu cokelat meleleh atau engga, karena udah cukup lama dan baru sempat aku kasih ke kamu sekarang." katanya.
"Wah Pak Pramugara yang sudah terbang kesana sini, terimakasih banyak ya." sambil kuamankan oleh-olehnya ke dalam tasku.
"Laper ga? makan yuk." tanyanya.
"Banget!" jawabku semangat.
"Kamu pengen makan apa?" pertanyaan ini kembali lagi terdengar di telingaku setelah sekian lama tidak pernah lagi terucap dari mulutnya.
"Aku pengen bakmi, udah coba bakmi di Pos Bloc belum?" tanyaku balik yang memang sedang ingin memakan bakmi.
"Ayok, aku pernah denger tapi kayaknya belum pernah coba deh. Aku pesan ojek ya." jawabnya.
"Han, deket sih, pakai transjakarta aja, bawa emoney kan? Aku udah suruh kamu bawa ya tadi." kataku sedikit memaksa.
"Ya bawa sih." jawabnya dan kami beranjak pergi meninggalkan satpam dan cleaning service berduaan.
Mengecewakan
BalasHapusTerlalu singkat ..
BalasHapusSudah rilis yang selanjutnya tuhh
Hapus